3 ExtraFooding Untuk Burung

25 Jul 2014

1. Jangkrik

jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir karena jangkrik mudah di budidayakan seperti artikel cara ternak jangkrik disini Cengkerik telah dipelihara manusia sejak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Laga cengkerik adalah sejenis permainan yang populer dan kerap kali melibatkan taruhan. Di Caraguatatuba, Brazil, cengkerik hitam di dalam ruangan dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, cengkerik hijau harapan, dan cengkerik kelabu uang. Dalam komedi, suara cengkerik biasanya digunakan untuk menandakan lawakan yang tidak lucu dan tidak membuat orang tertawa selain itu jangkrik juga sering digunakan sebagai pakan untuk burung kicauan maka dari itu saat ini banyak orang yang giat-giatnya ternak jangkrik di karenakan caranya yang sederhana dan tidak ribet seperti yang ditulis di artikel cara ternak Jangkrik.

2. Ulat Bambu

Ulat bambu merupakan sejenis kupu-kupu pisang, dengan sayap berwarna coklat dan bercak kuning pada pasangan sayap depan.[1] Sedangkan, sewaktu masih menjadi ulat, kepalanya hitam, badannya putih, gilig, agak mengecil di depan dan belakang, bergaris tengah 8 mm, dan panjangnya 6 cm. Kepompongnya berwarna putih, gilig, meruncing ke belakang, sebesar kelingking. Adapun ulat dan kepompongnya lebih dikenal ketimbang kupu-kupunya.[1]

3. Kroto

(Semut) Rangrang atau kerangga (Oecophylla) adalah semut berukuran agak besar yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Dalam bahasa Inggris ia disebut weaver ant atau “semut penganyam”. Rangrang sebagaimana banyak semut lain adalah serangga sosial dan membentuk koloni. Koloni rangrang dapat sangat tinggi populasinya. Di dunia dikenal dua jenis rangrang yang masih menyintas. Sisanya ditemukan dalam bentuk fosil. Jenis pertama adalah rangrang asia (O. smaragdina) yang tersebar luas dari Pakistan sampai Australia bagian utara dan rangrang afrika (O. longinoda) yang menghuni kawasan tropis di Afrika. kroto juga salah satu pakan wajib bagi burung murai dan burung kicauan lain, selain itu kroto sanggat di cari oleh para penggemar kicaumanai maka dari itu saat ini banyak orang yang mencoba untuk ternak kroto, untuk caranya sendiri anda bisa membacanya di Budidaya Kroto. Serangga ini bersifat teritorial (menjaga tempat hidupnya) dan bertemperamen “galak”. Rangrang tidak segan-segan menyerang apa pun yang mendekati kawasan aktivitasnya. Karena perilaku ini, banyak pemilik pohon buah di Asia Tenggara memanfaatkannya untuk menjaga buah yang mulai ranum. Selain sebagai penjaga, rangrang dimanfaatkan manusia sebagai sumber pakan burung berkicau peliharaan. Larvanya dikenal sebagai kroto dan disukai oleh burung pemakan serangga. Kroto merupakan komoditas perdagangan sekunder sebagai tambahan penghasilan petani.


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post